Rabu, 11 Mei 2011

Hidayah

Hidayah
sesuatu yang sangat mahal
dicari belum tentu dapat
dikejar belum tentu dicapai

kadang hati lelah
acapkali nurani letih
tetapi tetap berharap

andai bisa ingin kugapai
kurengkuh dia
kudekap erat dia
agar tak lepas dari diri

Namun Sang Maha Berkehendak
Tetaplah Dia yang menentukan
Tetaplah Dia yang menentukan
Tetaplah Dia Yang Maha Menentukan

Sudahkah waktunya hidayah menghampiri
Sudahkah waktunya kita mendapatkannya

Ya Pemilik Hidup Jadikanlah
Aku pemilik hidayahMu
Aku penerima hidayahMu
Aku penerima belas kasihMu

Harap dan do'a
Hanya itu yang bisa
Hanya itu yang mampu
Hanya itu yang dapat
Aku persembahkan senantiasa

Jumat, 25 Maret 2011

pengakuan seorang hamba

Sebuah sajak yang amat menyentuh dan sangat mengena di sepanjang masa, setiap generasi pasti mengenalnya. Sang penulis yang notabene seorang yang amat dikenal dengan kejenakaannya mampu menggugah perasaan dengan sebuah pengakuan yang secara jujur diungkapkan kepada sang Khalik. Inilah ia.


اِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ اَهلاً. وَ لاَ اَقْوَي عَلَي النَّارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِي تَوْبَةً وَ اغْفِرْ ذُنُوْبِي. فَاِنَّكَ غَافِرُ الذَنْبِ الْعَظِيْمِ
وَ عَمِّلْنِي مُعامَلةً الْكَرِيْمِ. وَ ثَبِّتْنِي عَلَي النَّهْج الْقَوِيْمِ

ذُنُوْبِي مِثْلُ اَعْدَادِ الرِّمَالِ. فَهَبْ لِي تَوْبَةً يَا ذَاالْجَلالِ
وَ عُمْرِي نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ. وَ ذَنْبِي زَاءِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِي
اِلهِي عبْدُكَ الْعَاصِي اٰتَاك. مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَ قَدْ دَ عَاكَ
اِنْ تَغْفِرْ وَ اَنْتَ لِذاكَ اَهْلٌ. وَ ِانْ تَتْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِواكَ

sedikit renungan

قُلْ هُوَ الَّذِي أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ   

67.23. Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.


فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ   

55.21. Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sabtu, 19 Maret 2011

gelap

Sesak dada tiada batas
kemampuan raga serasa berbatas
senja seakan kian mendekat
kegelapan terasa hendak menyelimuti

kehampaan
kegelisahan
serasa jadi teman abadi
tanpa pernah tahu apa
tanpa pernah tahu kenapa
dan tanpa pernah tahu hingga

ingin diri menyentuh batas lamgit
ingin menjamah awan yang menggantung
terbang tinggi mencapai nirwana
namun semua hanyalah ingin
namun semua hanyalah angan
karena sesungguhnya belenggu
belenggu kegelisahan
belenggu kehampaan
seakan mengikat erat dalam kelam
mengikat erat dalam kegelapan
kegelapan yang tiada bertepi

Minggu, 06 Maret 2011

hati


Hati
Terbuat ia dari bahan yang lunak
Hingga mudah ia tergores
Hingga mudah ia terluka
Hingga sulit ia terobati
Hingga sulit ia terpulihkan

Sedikit goresan
Terlalu dalam lukanya
Terlalu pedih sayatannya

Tercipta ia seluas samudera
Tercipta ia sedalam lautan
Tercipta ia selembut sutera

Akankah sayatan
Akankah goresan
Akankah itu membawa dampak
Akankah itu membawa akibat

Andai kita bisa kembali
Andai kita bisa sadari
Akan kita damai
Akan kita tentram
Akan kita tenang
Akan tiada duka
Akan tiada luka
Akan bahagia dunia

Sabtu, 11 Desember 2010

N A K E D

Siapakah kita
Mengapa kita sombong
Hingga kita berani
Berani memerintahNYA

Sadarkah kita bila kita
Bila kita telah memerintahNYA
Bila kita seolah berkuasa
Bila kita seolah berkehendak

Ya Allah berikan kami rizki
Sungguh sombong kita memerintahNYA
Ya Allah berikan kami kesehatan
Apa hak kita memerintahNYA

Kita ini terlahir dari cairan hina
Kita terlahir tanpa daya
Kita terlahir hanya atas izinNYA
Maka sesungguhnya
Harusnya kita sudah cukup
Sudah harus bersyukur
Sudah harus puas
Sudah cukup semuanya

Tinggal bagaimana caranya
Bagaimana harus mensyukurinya
Bagaimana membayarnya
Dengan apa membayarnya


KARENA KITA TERLAHIR TELANJANG TANPA APA-APA DAN TAK PUNYA APA-APA

N A K E D

Siapakah kita
Mengapa kita sombong
Hingga kita berani
Berani memerintahNYA

Sadarkah kita bila kita
Bila kita telah memerintahNYA
Bila kita seolah berkuasa
Bila kita seolah berkehendak

Ya Allah berikan kami rizki
Sungguh sombong kita memerintahNYA
Ya Allah berikan kami kesehatan
Apa hak kita memerintahNYA

Kita ini terlahir dari cairan hina
Kita terlahir tanpa daya
Kita terlahir hanya atas izinNYA
Maka sesungguhnya
Harusnya kita sudah cukup
Sudah harus bersyukur
Sudah harus puas
Sudah cukup semuanya

Tinggal bagaimana caranya
Bagaimana harus mensyukurinya
Bagaimana membayarnya
Dengan apa membayarnya


KARENA KITA TERLAHIR TELANJANG TANPA APA-APA DAN TAK PUNYA APA-APA