Siapakah kita
Mengapa kita sombong
Hingga kita berani
Berani memerintahNYA
Sadarkah kita bila kita
Bila kita telah memerintahNYA
Bila kita seolah berkuasa
Bila kita seolah berkehendak
Ya Allah berikan kami rizki
Sungguh sombong kita memerintahNYA
Ya Allah berikan kami kesehatan
Apa hak kita memerintahNYA
Kita ini terlahir dari cairan hina
Kita terlahir tanpa daya
Kita terlahir hanya atas izinNYA
Maka sesungguhnya
Harusnya kita sudah cukup
Sudah harus bersyukur
Sudah harus puas
Sudah cukup semuanya
Tinggal bagaimana caranya
Bagaimana harus mensyukurinya
Bagaimana membayarnya
Dengan apa membayarnya
KARENA KITA TERLAHIR TELANJANG TANPA APA-APA DAN TAK PUNYA APA-APA
Sabtu, 11 Desember 2010
N A K E D
Siapakah kita
Mengapa kita sombong
Hingga kita berani
Berani memerintahNYA
Sadarkah kita bila kita
Bila kita telah memerintahNYA
Bila kita seolah berkuasa
Bila kita seolah berkehendak
Ya Allah berikan kami rizki
Sungguh sombong kita memerintahNYA
Ya Allah berikan kami kesehatan
Apa hak kita memerintahNYA
Kita ini terlahir dari cairan hina
Kita terlahir tanpa daya
Kita terlahir hanya atas izinNYA
Maka sesungguhnya
Harusnya kita sudah cukup
Sudah harus bersyukur
Sudah harus puas
Sudah cukup semuanya
Tinggal bagaimana caranya
Bagaimana harus mensyukurinya
Bagaimana membayarnya
Dengan apa membayarnya
KARENA KITA TERLAHIR TELANJANG TANPA APA-APA DAN TAK PUNYA APA-APA
Mengapa kita sombong
Hingga kita berani
Berani memerintahNYA
Sadarkah kita bila kita
Bila kita telah memerintahNYA
Bila kita seolah berkuasa
Bila kita seolah berkehendak
Ya Allah berikan kami rizki
Sungguh sombong kita memerintahNYA
Ya Allah berikan kami kesehatan
Apa hak kita memerintahNYA
Kita ini terlahir dari cairan hina
Kita terlahir tanpa daya
Kita terlahir hanya atas izinNYA
Maka sesungguhnya
Harusnya kita sudah cukup
Sudah harus bersyukur
Sudah harus puas
Sudah cukup semuanya
Tinggal bagaimana caranya
Bagaimana harus mensyukurinya
Bagaimana membayarnya
Dengan apa membayarnya
KARENA KITA TERLAHIR TELANJANG TANPA APA-APA DAN TAK PUNYA APA-APA
Rabu, 08 Desember 2010
I'm so tired
Kucoba bertahan
Kucoba trus menahan
Walau arus deras menghantamku
Walau gelombang pasang menggulungku.
Kadang timbul tenggelam
Kadang naik turun
Tetap kucoba bertahan
Tetap kucoba menahan.
Sampai kapan...
Sampai kapankah
Apakah menunggu hingga akhir dunia
Apakah menunggu hingga akhir batasku
Jujur ku lelah
Jujur ku lemah
Jujur ku lemas
Jujur ku tak kuasa
Tapi akankah ku menyerah....
Akankah kuberhenti
Akankah kuakhiri
Akankah cukup sampai disini
TIDAK......
Sekali lagi TIDAK...
Ku kan tetap bersuara
Ku kan terus TERIAK
Agar ku tetap terjaga
Agar ku tetap tertampar
Agar ku tetap terjaga
Walau lelah menyergapku
.............
.............
Aku kan tetap berusaha menjadi HEBATMU
MAHLUKMU
UMATMU
HAMBAMU
Menjadi sbagian dari CINTAMU
Kucoba trus menahan
Walau arus deras menghantamku
Walau gelombang pasang menggulungku.
Kadang timbul tenggelam
Kadang naik turun
Tetap kucoba bertahan
Tetap kucoba menahan.
Sampai kapan...
Sampai kapankah
Apakah menunggu hingga akhir dunia
Apakah menunggu hingga akhir batasku
Jujur ku lelah
Jujur ku lemah
Jujur ku lemas
Jujur ku tak kuasa
Tapi akankah ku menyerah....
Akankah kuberhenti
Akankah kuakhiri
Akankah cukup sampai disini
TIDAK......
Sekali lagi TIDAK...
Ku kan tetap bersuara
Ku kan terus TERIAK
Agar ku tetap terjaga
Agar ku tetap tertampar
Agar ku tetap terjaga
Walau lelah menyergapku
.............
.............
Aku kan tetap berusaha menjadi HEBATMU
MAHLUKMU
UMATMU
HAMBAMU
Menjadi sbagian dari CINTAMU
Sabtu, 27 November 2010
From my heart
Sunyi...
Sepiii...
Hampa...
Terasa dalam hati di tengah hiruk kehidupan.
Terasa dalam jiwa di tengah gegap gemerlap dunia.
Kosong....
NOL BESAR...
Tiada isi...
Seakan ada dalam ruang kosong.
Seakan ada dalam dimensi lain.
Seakan berdiri sendiri dalam kehampaan.
Kumencari
Kuterus mencari
Kuraba dalam jiwaku
Kusentuh relung terdalam diriku
Kucoba mencari apa yang kucari
Kuraba dan kusentuh awang-awang
terasa namun tiada tersentuh
teraba namun tiada berwujud
Hampaaaa.....
Kosooooong.....
Noooooooooollllllll
Hah !!!!!!!
Sepiii...
Hampa...
Terasa dalam hati di tengah hiruk kehidupan.
Terasa dalam jiwa di tengah gegap gemerlap dunia.
Kosong....
NOL BESAR...
Tiada isi...
Seakan ada dalam ruang kosong.
Seakan ada dalam dimensi lain.
Seakan berdiri sendiri dalam kehampaan.
Kumencari
Kuterus mencari
Kuraba dalam jiwaku
Kusentuh relung terdalam diriku
Kucoba mencari apa yang kucari
Kuraba dan kusentuh awang-awang
terasa namun tiada tersentuh
teraba namun tiada berwujud
Hampaaaa.....
Kosooooong.....
Noooooooooollllllll
Hah !!!!!!!
Selasa, 31 Agustus 2010
M A A F
Maaf....
Adalah suatu kata yang sulit terucap
Maaf....
Kadang terasa kelu tuk mengucapnya
Maaf....
Adalah suatu kata yang sulit terdengar
Kadang terdengar hanya bagai hembusan angin
Maaf....
Kadang terasa keras hati tuk menerimanya
sudah matikah rasa ini......
Berjalan tertatih meniti hari
mencoba mencari maaf
mencoba memberi maaf
Berjalan perlahan melewati sisa hari
mencoba memohon maaf
mencoba berbesar hati memberi maaf
maaf....
aku hanya manusia biasa
kadang datang api dendam
yang tak ada air sanggup memadamkannya
M A A F
Adalah suatu kata yang sulit terucap
Maaf....
Kadang terasa kelu tuk mengucapnya
Maaf....
Adalah suatu kata yang sulit terdengar
Kadang terdengar hanya bagai hembusan angin
Maaf....
Kadang terasa keras hati tuk menerimanya
sudah matikah rasa ini......
Berjalan tertatih meniti hari
mencoba mencari maaf
mencoba memberi maaf
Berjalan perlahan melewati sisa hari
mencoba memohon maaf
mencoba berbesar hati memberi maaf
maaf....
aku hanya manusia biasa
kadang datang api dendam
yang tak ada air sanggup memadamkannya
M A A F
Jumat, 13 Agustus 2010
Perjalanan Sang Air
Dari sebuah titik kecil
Perlahan kucoba menyapa dunia
dengan semangat dan tanpa takut
kuterjang penghalang melanglang
melintas alur yang tlah ada
kucoba mengikuti hati
melanglang walau tlah pasti
tapi tiada sedikitpun kepastian
karna walau smuanya pasti
pasti kutak pernah pasti
kutahu kuhanya mengikuti alur
tapi kutak tahu yang ada di akan-ku
kucoba melihat....
kucoba menerka....
kuhanya harus bertahan
setiap penghalang
setiap yang melintang
itu hanyalah alur-ku
itu hanyalah jalan-ku
jalan tuk capai muara-ku
muara dimana kutak lagi sendiri
rintangan.....
halangan......
bahkan sampah.
semua hanyalah bagian alur-ku
semua hanyalah bagian jalan-ku
semua tinggalah kulalui......
agarku dapat capai muara-ku
muara yang membuat-ku nampak kecil
muara yang membuat-ku nampak tak berarti
muara yang membuat-ku bagai setitik debu
dipadang nan luas
perlahan...............
tenang.................
kucoba jalani alurku yang tak pasti
karna muara itulah yang pasti pada-ku
Perlahan kucoba menyapa dunia
dengan semangat dan tanpa takut
kuterjang penghalang melanglang
melintas alur yang tlah ada
kucoba mengikuti hati
melanglang walau tlah pasti
tapi tiada sedikitpun kepastian
karna walau smuanya pasti
pasti kutak pernah pasti
kutahu kuhanya mengikuti alur
tapi kutak tahu yang ada di akan-ku
kucoba melihat....
kucoba menerka....
kuhanya harus bertahan
setiap penghalang
setiap yang melintang
itu hanyalah alur-ku
itu hanyalah jalan-ku
jalan tuk capai muara-ku
muara dimana kutak lagi sendiri
rintangan.....
halangan......
bahkan sampah.
semua hanyalah bagian alur-ku
semua hanyalah bagian jalan-ku
semua tinggalah kulalui......
agarku dapat capai muara-ku
muara yang membuat-ku nampak kecil
muara yang membuat-ku nampak tak berarti
muara yang membuat-ku bagai setitik debu
dipadang nan luas
perlahan...............
tenang.................
kucoba jalani alurku yang tak pasti
karna muara itulah yang pasti pada-ku
Selasa, 22 Juni 2010
Hard Way
Kadang hidup benar-2 seperti Arung Jeram
Penuh dengan halangan rintangan tak terduga
naik turun kadang terjadi sangat cepat
Bagai awan di angkasa
Tak pernah terterka bentuknya
Ada kala menggumpal
Ada kala tersebar
Akan bagaimanakah kita
Menyikapi dengan sabar
Itulah kuncinya
Jadilah seperti arus
Yang menuntun sungai
Jadilah angin
yang menuntun awan
Penuh dengan halangan rintangan tak terduga
naik turun kadang terjadi sangat cepat
Bagai awan di angkasa
Tak pernah terterka bentuknya
Ada kala menggumpal
Ada kala tersebar
Akan bagaimanakah kita
Menyikapi dengan sabar
Itulah kuncinya
Jadilah seperti arus
Yang menuntun sungai
Jadilah angin
yang menuntun awan
Rabu, 16 Juni 2010
PROPOSAL-KU
Aku dilahirkan oleh seorang ibu yang hebat
Dalam darahku mengalir kearifan sifat ayahku
Masa kecilku hanya biasa saja
Saat remaja tak ada hal yang menonjol dariku
Kini mendekati senjaku
Tersadar tlah banyak yang kulewati
Mana hebatku....
Mana kearifanku....
Sesungguhnya semestinya semua itu serta padaku
Sesungguhnya semestinya semua itu tlah terlewati
Merugi......
Tiada untung......
Tiada guna hari-hari laluku......
Maaf...skali lagi maaf
Tetapi bolehkah diri ini mengajukan permohonan
Masih adakah kesempatan untuk diri ini
Andai masih ada waktuku
Andai masih ada sempatku
Bolehkah kiranya kumohon jadikanku sedikit hebatMU
Bolehkah kiranya kumohon jadikanku sedikit arifMU
Atau.....
Setidaknya biarlah aku bertahan untuk terus mencoba
agar aku bisa jadi sedikit hebatMU
agar aku bisa jadi sedikit arifMU
Dalam darahku mengalir kearifan sifat ayahku
Masa kecilku hanya biasa saja
Saat remaja tak ada hal yang menonjol dariku
Kini mendekati senjaku
Tersadar tlah banyak yang kulewati
Mana hebatku....
Mana kearifanku....
Sesungguhnya semestinya semua itu serta padaku
Sesungguhnya semestinya semua itu tlah terlewati
Merugi......
Tiada untung......
Tiada guna hari-hari laluku......
Maaf...skali lagi maaf
Tetapi bolehkah diri ini mengajukan permohonan
Masih adakah kesempatan untuk diri ini
Andai masih ada waktuku
Andai masih ada sempatku
Bolehkah kiranya kumohon jadikanku sedikit hebatMU
Bolehkah kiranya kumohon jadikanku sedikit arifMU
Atau.....
Setidaknya biarlah aku bertahan untuk terus mencoba
agar aku bisa jadi sedikit hebatMU
agar aku bisa jadi sedikit arifMU
Try 2 Wise
Saat helaan lembut nafas anak manusia dalam lelap
Saat itu pula diri ini masih terjaga
Kembali dalam pelukan sang raja malam
Bersimpuh memohon dan bermunajat
Mencoba melepaskan diri dari keramaian dunia
Berlari dari segala yang nyata menyerta
Segala cara...segala gaya kucoba
Hanya tuk sekedar mencuri perhatianMU
Tetapi...Wahai KAU SANG PENGUASA MALAM
Adakah aku sudah tergolongkan kekasihMU
Ataukah aku hanya akan kau jadikan bahan bakarMU
Atau mungkin aku hanya akan jadi bahan bakarMU
Jangan.......sekali lagi jangan.....
Apapun yang terjadi.....jangan YAAAAAAAAA ALLAH
Walau ku tahu.....
Sungguh tiada pantas aku ada di surgaMU
Akan tetapi....
Biarlah kunikmati beranda surgaMU
Akan tetapi.....sekali lagi akan tetapi....
Bila masih tak pantas ku cicipi nikmatMU
Izinkanlah aku terus memohon padaMU
Buatlah.......jadikanlah
Aku memiliki kekuatan dan kesabaran
Untuk terus tetap memohon padaMU
Walau hingga menghitam kening ini
Walau menebal kulit lutut ini
Tetap kucoba ada di sepertiga malamMU
Saat itu pula diri ini masih terjaga
Kembali dalam pelukan sang raja malam
Bersimpuh memohon dan bermunajat
Mencoba melepaskan diri dari keramaian dunia
Berlari dari segala yang nyata menyerta
Segala cara...segala gaya kucoba
Hanya tuk sekedar mencuri perhatianMU
Tetapi...Wahai KAU SANG PENGUASA MALAM
Adakah aku sudah tergolongkan kekasihMU
Ataukah aku hanya akan kau jadikan bahan bakarMU
Atau mungkin aku hanya akan jadi bahan bakarMU
Jangan.......sekali lagi jangan.....
Apapun yang terjadi.....jangan YAAAAAAAAA ALLAH
Walau ku tahu.....
Sungguh tiada pantas aku ada di surgaMU
Akan tetapi....
Biarlah kunikmati beranda surgaMU
Akan tetapi.....sekali lagi akan tetapi....
Bila masih tak pantas ku cicipi nikmatMU
Izinkanlah aku terus memohon padaMU
Buatlah.......jadikanlah
Aku memiliki kekuatan dan kesabaran
Untuk terus tetap memohon padaMU
Walau hingga menghitam kening ini
Walau menebal kulit lutut ini
Tetap kucoba ada di sepertiga malamMU
Langganan:
Postingan (Atom)